BAB
ZAKAT
|
Bab
zakat dalam rukun Islam
|
|
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم بُنِىَ الاسْلَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ الا اللهُ وَأَنَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ
وَصَوْمِ رَمَضَانَ
|
Dari
Abdullah b. Umar katanya :
"Bersabda Rasulullah s.a.w. : "Islam itu dibina atas lima perkara
dua kalimah syahadat, menegakkan sembahyang, mengeluarkan
zakat, mengerjakan haji dan berpuasa bulan Ramadhan".
|
Hadits
sahih riwayat Muslim
|
Bab
zakat diperintahkan Rasulullah s.a.w.
|
عَنِ ابْنِ عَبَّاسِ قَالَ قَدِنَ وَفْدُ عَبْدِالْقَيْسِ
عَلَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّا هَذَا الْحَىَّ مِنْ رَبِيْعَةَ وَقَدْ حَالَتْ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ كفارُ نُضَرَ فَلا نَخْلُصُ اِلَيْكَ إِلا فِى شَهْرِ الْحَرَامِ فَمُرْنَا بِأَمْرٍ نَعْمَلُ بِهِ وَنَدْعُو إِلَيْهِ مَنْ وَرَاءَ مَا قَالَ آمُرُكُم بِاَرْبَعٍ وَأَنَّهَا كُمْ عَنْ أَرْبَعٍ الِايْمَانِ بِاللهِ ثُمَّ فَسَرَهَا لَهُمْ فَقَالَ شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ الا اللهُ وَأَنَ مُحَمَّدًا رَسُولُهُ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَأَنْ تُؤَدُّوا خُمُسَ مَا غَنِنْتُمْ وَأَنَّهَا كُمْ عَنِ الدُّبَاءِ وَالْحَنْتَمِ وَالنَّقِيْرِ وَالْمُقَيَّرِ |
Dari
Ibnu Abbas r.a. katanya :
"Rasulullah s.a.w. dikunjungi oleh deleasi Abdulqais kata mereka itu: "Kamin ini dari perkampungan suku Rabi'ah antara tenpat kami dengan tuan IMadinah) dibatasi oleh kaum Mudhar yang masih kafir. Dan kami tak dapat sampai kepada tuan kecuali pada bulan-bulan haram. Oleh sebab itu perintahkanlah kami dengan suatu kewajipan untuk kami kerjakan sendiri dan mengajak kaum kami kepadanya". Kata Rasulullah s.a.w. : "Kuperintahkan kepada empat perkara : Keimanan kepada keesaan Allah dan mengakui Kerasulan Muhammad, Mendirikan Sembahyang, mengeluarkan zakat dan menyerahkan seperlima dari harta rampasan perang. Dan kamu kularang dari pembuatan arak di dalam labu, guci, pasu kayu dan di dalam wadah yang dicat dengan tar". |
Hadits
sahih riwayat Muslim
لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآَتَيْتُمُ
الزَّكَاةَ وَآَمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ
قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ
|
Sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat
serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan
kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu.
(QS. Al Maidah (5): 12) dan berbagai ayat lainnya.
Hukum
zakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu)
atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk
dalam kategori ibadah seperti salat, haji, dan puasa yang
telah diatur secara rinci berdasarkan Alquran dan Sunah. Zakat juga merupakan
sebuah kegiatan sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang
sesuai dengan perkembangan umat manusia dimana pun.
Jenis
zakat
Zakat terbagi atas dua jenis yakni:
- Zakat fitrah
Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan. - Zakat maal Zakat
yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian,
pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak.
Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
Hak
zakat
Yang
berhak menerima
Ada delapan pihak berhak menerima
zakat, dalam Surah at Taubah ayat 60 yakni:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar