Minggu, 02 Juni 2013

BAB ZAKAT

Bab zakat dalam rukun Islam




عَنْ عَبَدِاللهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
بُنِىَ الاسْلَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ
أَنْ لا إِلَهَ الا اللهُ وَأَنَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ

وَصَوْمِ رَمَضَانَ
Dari Abdullah b. Umar katanya :

"Bersabda Rasulullah s.a.w. : "Islam itu dibina atas lima perkara
dua kalimah syahadat, menegakkan sembahyang, mengeluarkan
zakat, mengerjakan haji dan berpuasa bulan Ramadhan".
Hadits sahih riwayat Muslim

Bab zakat diperintahkan Rasulullah s.a.w.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسِ قَالَ قَدِنَ وَفْدُ عَبْدِالْقَيْسِ
عَلَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّا هَذَا الْحَىَّ مِنْ رَبِيْعَةَ
وَقَدْ حَالَتْ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ كفارُ نُضَرَ فَلا نَخْلُصُ
اِلَيْكَ إِلا فِى شَهْرِ الْحَرَامِ فَمُرْنَا بِأَمْرٍ نَعْمَلُ بِهِ
وَنَدْعُو إِلَيْهِ مَنْ وَرَاءَ مَا قَالَ آمُرُكُم بِاَرْبَعٍ
وَأَنَّهَا كُمْ عَنْ أَرْبَعٍ الِايْمَانِ بِاللهِ
ثُمَّ فَسَرَهَا لَهُمْ فَقَالَ شَهَادَةِ
أَنْ لا إِلَهَ الا اللهُ وَأَنَ مُحَمَّدًا رَسُولُهُ
وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَأَنْ تُؤَدُّوا خُمُسَ مَا
غَنِنْتُمْ وَأَنَّهَا كُمْ عَنِ الدُّبَاءِ وَالْحَنْتَمِ
وَالنَّقِيْرِ وَالْمُقَيَّرِ
Dari Ibnu Abbas r.a. katanya :
"Rasulullah s.a.w. dikunjungi oleh deleasi Abdulqais
kata mereka itu: "Kamin ini dari perkampungan suku Rabi'ah
antara tenpat kami dengan tuan IMadinah) dibatasi oleh
kaum Mudhar yang masih kafir. Dan kami tak dapat
sampai kepada tuan kecuali pada bulan-bulan haram.
Oleh sebab itu perintahkanlah kami dengan suatu
kewajipan untuk kami kerjakan sendiri dan mengajak
kaum kami kepadanya". Kata Rasulullah s.a.w. :
"Kuperintahkan kepada empat perkara : Keimanan
kepada keesaan Allah dan mengakui Kerasulan
Muhammad, Mendirikan Sembahyang, mengeluarkan
zakat dan menyerahkan seperlima dari harta rampasan
perang. Dan kamu kularang dari pembuatan arak
di dalam labu, guci, pasu kayu dan di dalam wadah
yang dicat dengan tar".
Hadits sahih riwayat Muslim

لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآَتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآَمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ
Sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. (QS. Al Maidah (5): 12) dan berbagai ayat lainnya.
Hukum zakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah seperti salat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci berdasarkan Alquran dan Sunah. Zakat juga merupakan sebuah kegiatan sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia dimana pun.
Jenis zakat
Zakat terbagi atas dua jenis yakni:
  • Zakat fitrah
    Zakat yang wajib dikeluarkan
    muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
  • Zakat maal Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
Hak zakat
Yang berhak menerima
Ada delapan pihak berhak menerima zakat, dalam Surah at Taubah ayat 60 yakni:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar